Entah Entah ini kabar gembira atau kabaru buruk, pasalnya jika nanti harga BBM jadi di naikan, makan bantuan untuk siswa miskin akan juga dinaikan. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi peserta didik kita yang kurang mampu dalam masalah ekonomi, namun di lain pihak, jika BBM naik, tentuya semua kebutuhan pokok akan ikut naik, apakah hal ini akan efektif?.

Jenjang pendidikan yang akan naik dana bantuanya adalah SD akan dinaikkan dari Rp 380 ribu menjadi Rp 450 ribu, sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat dinaikkan dari Rp 580 ribu menjadi Rp 700 ribuan, dan jenjang sekolah menegah atas (SMA) dan sederajat dinaikkan dari Rp 700 ribuan menjadi Rp 1 juta.
Namun jika BBM naik, makan memicu inflasi dan turunnya daya beli, hal ini diutarakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh. Disisi lain, peserta didik tingkat sekolah dasar pada tahun 2011 banyak yang mengalami drop out sehingga pemerintah berencana menaikan bantuan siswa miskin (BSM) sebesar 3,9 triliun rupiah pada tahun 2012 ini, dengan tujuan agar jumlah peserta didik tingkat sekolah dasar yang mengalami drop out pada tahun ini bisa berkurang presentasinya. Untuk diketahui, pada tahun lalu jumlah peserta didik tingkat sekolah dasar yang drop out mencapai 1,3% ata sekitar 400 ribu siswa. Rata-rata alasan mereka drop out dari sekolah adalah pertimbangan biaya ekonomi.
