Galau Antara Skripsi dan Jurnal Ilmiah

Tuesday, 13 March 2012, 3:37 | Serba-serbi pendidikan | Read 300 Times
by InfoBeasiswa

Advertisements

Mungkin ini yang dirasakan para mahasiswa S-1 yang bingung antara harus mengerjakan skripsi atau jurnal ilmiah guna memenuhi syarat kelulusan S-1. Memang, pemerintah terkesan tergesah-gesah dan secara tiba-tiba menentukan bahwah kelulusan di atas bulan agustus nanti harus mengerjakan jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah sebenarnya memiliki tujuan yang baik, dikarenakan kurangnya publikasi hasil penelitian Indonesia dibandingkan dengan negara asia lain dan guna untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia.

kuliah ke luar negeri


Mungkin bagi anda yang sekarang duduk di bangku akhir perguruan tinggi pastinya kaget karena untuk menyelesaikan program studi S-1 anda di haruskan menulis jurnal ilmiah, tidak lagi skripsi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kekagetan anda mungkin disertai dengan rasa bingung karena tidak mengetahui perbedaan antara skripsi dan jurnal ilmiah, wajar saja kalo hal itu pernah anda rasakan.

Kebijakan pemerintah melalui Dirjen Dikti seharusnya di kaji ulang karena mereka terkesan tergesah-gesah dalam mengambil keputusan untuk jurnal ilmiah ini. Pasalnya, kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah membuat kaget para mahasiswa yang saat ini sedang duduk di bangku akhir perguruan tinggi. Setau kami, pemerintah pernah mengajukan gagasan untuk mengganti skripsi menjadi jurnal ilmiah, namun itu masih sebatas wacana dan mereka tanpa sosialisasi yang cukup, langsung membuat surat keputusan untuk menganti skripsi menjadi jurnal ilmiah. Dari salah satu tujuan digantinya skripsi menjadi jurnal ilmiah adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan kita, namun apakah hal ini akan bisa menjami 100% untuk bisa meningkatkan kualitas lulusan kita?.

Tagged with: ,